Merupakan bahasa berbentuk script yang ditempatkan dan diproses dalam server, lalu hasilnya dikirim ke klien jika klien memintanya, dengan menggunakan web browser (internet explorer). PHP bersifat Open Source, karena gratis dan bebas. Database pasangannya, umumnya MySQL dan dijalankan pada webserver Apache yang berbasis system operasi Linux.
Kelebihan-kelebihan dari PHP :
Penulisan kode PHP diawali dengan tanda lebih kecil (<) dan diakhiri dengan tanda lebih besar (>). Beberapa cara untuk menuliskan script PHP, yaitu :
Tabel 2.1 Beberapa format
penulisan kode PHP
|
|
|
|
|
<? Skrip PHP ?> |
<?php Skrip PHP ?> |
<Script Language=”php”> Skrip PHP </Script> |
Contoh programnya : (PHPSederhana.php)
<html>
<head>
<title>Program
PHP Sederhana</title>
</head>
<body
>Belajar PHP Pertamakali<br>
<?
echo
" Sekarang Tanggal : ", Date("d F
Y"),"<br>";
printf
("Sekarang Tanggal : %s",
Date("d F y"));
printf
("<br>");
printf
("OK deh...");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.1 Tampilan program PHP Sederhana
Penjelasannya : echo "Tanggal Sekarang adalah : ", Date("d F Y"); dan printf ("Tanggal Sekarang adalah : %s", Date("d F y")); merupakan suatu instruksi yang dapat berdiri sendiri dan digunakan untuk melakukan suatu tugas tertentu dan selalu diakhiri dengan tanda koma (;) yang biasa disebut sebagai pernyataan. Kedua pernyataan ini, digunakan untuk menampilkan suatu tulisan atau hasil dari suatu pemrosesan, yang menggunakan perintah echo atau printf, dimana dalam perintah echo tidak diperlukan tanda ( dan ), sedangkan dalam perintah printf tanda ( dan ) diperlukan, untuk contoh program selanjutnya kita akan menggunakan perintah printf ini, karena dengan adanya tanda ( dan ) akan mempermudah dalam menganalisa programnya. Date("d F Y"), perintah untuk menampilkan tanggal, bulan dan tahun saat skrip tersebut dipanggil.
Pemrosesan kode PHP adalah pada sisi server, sehingga pihak klien tidak dapat melihat kode PHP yang sesungguhnya. Untuk membuktikannya, sesudah anda buka dengan web browser pilih menu View, lalu submenu Source maka yang akan terlihat adalah kode seperti berikut :

Gambar 2.2 Tampilan View-Source pada web browser
Dari tampilan kode diatas terbukti, berbeda dengan kode PHP aslinya. Jadi yang sampai ke klien sebenarnya adalah kode HTML-nya.
II.2
Dasar-dasar PHP
II.2.1
Komentar (Comment)
Bagian dari kode PHP yang tidak
dieksekusi/dijalankan, tetapi sangat berguna bagi pemrogram atau pembaca program,
dalam memahami isi program
mengingat komentar biasanya
berisi keterangan-keterangan penjelas.
Contoh programnya : (Komentar.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Komentar 1 dan
Banyak Baris</title>
</head>
<body > Belajar PHP <br>
<?
//menampilkan
dengan echo
echo " Sekarang Tanggal : ",
Date("d F Y");
echo "<br>";
printf ("Sekarang Tanggal :
%s", Date("d F y")); #menampilkan dengan printf
printf ("<br>");
/*
Program
ini akan mencetak tanggal sekarang sebanyak 2 buah
yaitu
dengan echo dan printf, dengan format d F Y dan d F y
*/
echo " Sekarang Tanggal : ",
Date("d F Y");
echo "<br>";
printf ("Sekarang Tanggal :
%s", Date("d F y"));
?>
</body>
</html>

Gambar 2.3 Tampilan program komentar.php
Penjelasannya : //menampilkan dengan echo dan //menampilkan dengan printf adalah
merupakan contoh komentar 1 baris. /*Program
ini akan mencetak tanggal sekarang sebanyak 2 buah yaitu dengan echo dan
printf, dengan format d F Y dan d F y */ adalah merupakan contoh
komentar banyak baris.
II.2.2
Pernyataan (Statement)
Satuan perintah, dimana statemen ini harus
diakhiri dengan tanda titik-koma (;).
Contoh programnya : (Pernyataan.php)
<html>
<head>
<title>Contoh
Statement</title>
</head>
<body
>
<?
echo
"Sekarang Tanggal : ", Date("d F Y");
echo "<br>";
printf
("Sekarang Tanggal : %s", Date("d F y"));
?>
</body>
</html>

Gambar 2.4 Tampilan program pernyataan.php
Penjelasannya : echo " Sekarang Tanggal : ",
Date("d F Y"); dan
printf ("Sekarang Tanggal : %s", Date("d F y"));, adalah merupakan contoh statement.
II.2.3
Variabel
Sebagai tempat penyimpanan data sementara dan
nilainya dapat berubah-rubah, dimana data yang disimpan dalam variabel akan
hilang setelah program selesai dieksekusi. Variabel dalam PHP selalu ditulis
dengan awalan tanda $ dan karakter pertama harus berupa huruf atau garis
bawah ( _ ).
Contoh programnya : (Variabel.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Variabel</title>
</head>
<body >
<?
$gapok = 1000000;
printf ("Gaji Pokok :
%d",$gapok);
printf ("<br>");
$pdpt = 1.5 * $gapok;
printf ("Pendapatan Sekarang adalah
: %d",$pdpt);
?>
</body>
</html>

Gambar 2.5 Tampilan program variabel.php
Penjelasannya : dari contoh
program diatas $gapok merupakan variable dimana nilai awalnya adalah
1000000. Expresi $pdpt = 1.5 * $gapok; ini akan menjadikan nilai variable $pdpt
berisi 1500000.
II.2.4
Operator
Digunakan untuk memanipulasi nilai suatu
variabel. Nilai yang dimodifikasi oleh operator disebut Operand. Operand dan Operator ini akan membentuk ekspresi
(ungkapan).
Operator diklasifikasikan menjadi
:
II.2.4.1
Operator Aritmatika.
Operator yang digunakan untuk melakukan
operasi perhitungan matematika.
Tabel 2.2 Operator aritmatika
|
Operator |
Fungsi |
|
+ |
Penjumlahan |
|
- |
Pengurangan |
|
* |
Perkalian |
|
/ |
Pembagian |
|
% |
Sisa hasil bagi |
Contoh programnya : (OpAritmatika.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Operator
Aritmatika</title>
</head>
<body>
<?php
printf("<b>Penjumlahan :<br>\n </b>");
printf("6 + 3.5
= %d <br>\n", 6 + 3.5);
printf("6 + 3.5
= %f <br>\n", 6 + 3.5);
printf("<b>Pengurangan :<br>\n </b>");
printf("6 - 3.5
= %d <br>\n", 6 - 3.5);
printf("6 - 3.5
= %f <br>\n", 6 - 3.5);
printf("<b>Perkalian :<br>\n </b>");
printf("7 x 3.5
= %d <br>\n", 7 * 3.5);
printf("7 x 3.5
= %f <br>\n", 7 * 3.5);
printf("<b>Pembagian :<br>\n </b>");
printf("7 / 3 = %d <br>\n", 7 / 3);
printf("7 / 3.5
= %f <br>\n", 7 / 3.5);
printf("<b>Sisa hasil bagi :<br>\n </b>");
print("9 % 3 = ");
print(9 % 3); print("<br>\n");
print("9 % 5 = ");
print(9 % 5); print("<br>\n");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.6 Tampilan program oparitmatika.php
II.2.4.2
Operator Pembandingan.
Operator yang digunakan untuk membandingkan
nilai dari 2 operand, hasilnya
dinyatakan dalam nilai Boolean : True (benar) dan false
(salah).
Tabel 2.3 Operator pembandingan
|
Operator |
Fungsi |
|
= = |
Memeriksa apakah operand kanan bernilai sama dengan operand kiri. |
|
> |
Memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar dengan operand
kanan. |
|
< |
Memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil dengan operand
kanan. |
|
>= |
Memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar atau sama dengan
operand kanan. |
|
<= |
Memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil atau sama dengan
operand kanan. |
|
!= atau <> |
Memeriksa apakah operand kanan tidak bernilai sama dengan operand
kanan. |
Contoh programnya : (OpPembadingan.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Operator
Pembandingan</title>
</head>
<head>
<?php
$a = 2;
$b = 3;
$c = 2;
printf("$a < $b
keterangan : %d<br>\n", $a < $b);
printf("$a > $b
keterangan : %d<br>\n", $a > $b);
printf("$a <= $b
keterangan : %d<br>\n", $a <= $b);
printf("$a >= $b
keterangan : %d<br>\n", $a >= $b);
printf("$a = $c
keterangan : %d<br>\n", $a == $c);
printf("$a != $c
keterangan : %d<br>\n", $a != $c);
printf("$a <> $b
keterangan : %d<br>\n", $a <> $b);
?>
</body>
</html>

Gambar 2.7 Tampilan program
oppembadingan.php
II.2.4.3
Operator Logika
Digunakan untuk membandingkan 2 nilai
variabel yang bertipe Boolean dan
hasil yang di dapat juga bertipe Boolean.
Tabel 2.4 Operator logika
|
Operand Kanan |
Operand Kiri |
Operator |
||
|
&& (and)
|
|| (or) |
xor
(exclusive or) |
||
|
Salah |
Salah |
Salah |
Salah |
Salah |
|
Salah |
Benar |
Salah |
Benar |
Benar |
|
Benar |
Salah |
Salah |
Benar |
Benar |
|
Benar |
Benar |
Benar |
Benar |
Salah |
Operator ! dikenakan hanya pada
sebuah operand.
|
Operand |
! (not) |
|
Salah |
Benar |
|
Benar |
Salah |
Contoh programnya : (OpLogika.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Operator
Logika</title>
</head>
<body>
<?php
$a = '1';
$b = '2';
$c = '3';
printf("<b>Logika AND<br>\n </b>");
printf("1>2 and 2>3,
keterangan : %d<br>\n",
$a >$b and $b >$c);
printf("1>2 and 2<3,
keterangan : %d<br>\n",
$a >$b && $b <$c);
printf("1<2 and 2>3,
keterangan : %d<br>\n",
$a <$b and $b >$c);
printf("1<2 and 2<3,
keterangan : %d<br>\n",
$a <$b && $b <$c);
printf("<b>Logika OR<br>\n </b>");
printf("1>2 or 2>3,
keterangan : %d<br>\n",
$a >$b or $b >$c);
printf("1>2 or 2<3,
keterangan : %d<br>\n",
$a >$b || $b <$c);
printf("1<2 or 2>3,
keterangan : %d<br>\n",
$a <$b or $b >$c);
printf("1<2 or 2<3,
keterangan : %d<br>\n",
$a <$b || $b <$c);
printf("<b>Logika XOR<br>\n </b>");
printf("1>2 xor 2>3,
keterangan : %d<br>\n",
$a >$b xor $b >$c);
printf("1>2 xor 2<3,
keterangan : %d<br>\n",
$a >$b xor $b <$c);
printf("1<2 xor 2>3,
keterangan : %d<br>\n",
$a <$b xor $b >$c);
printf("1<2 xor 2<3,
keterangan : %d<br>\n",
$a <$b xor $b <$c);
printf("<b>Logika NOT<br>\n </b>");
printf("not(1<2 xor 2<3),
keterangan : %d<br>\n",
!($a <$b xor $b <$c));
printf("not(1<2 xor 2>3),
keterangan : %d<br>\n",
!($a <$b xor $b >$c));
?>
</body>
</html>

Gambar 2.8 Tampilan program
oplogika.php
II.2.4.4
Operator Pemanipulasi Bit
Digunakan untuk memanipulasi data dalam level
bit.
Tabel 2.5 Operator pemanipulasian
bit
|
Operator |
Fungsi |
|
& |
Melakukan operasi and, nilai variabel (dalam level bit) di sisi
kiri operator dengan sisi kanannya. |
|
| |
Melakukan operasi or, nilai variabel (dalam level bit) di sisi
kiri operator dengan sisi kanannya. |
|
^ |
Melakukan operasi xor, nilai variabel (dalam level bit) di sisi
kiri operator dengan sisi kanannya. |
|
>> |
Menggeser bit ke kanan dari nilai variabelnya (dalam level bit). |
|
<< |
Menggeser bit ke kiri dari nilai variabelnya (dalam level bit). |
Contoh programnya : (OpPemanipulasianBit.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Operasi
Pemanipulasi Bit</title>
</head>
<body>
<?php
$bil1 = 14;
$bil2 = 11;
printf("$bil1 & $bil2 = %d <br>\n", $bil1 & $bil2);
printf("%d | %d = %d <br>\n", $bil1, $bil2, $bil1 | $bil2);
printf("$bil1 ^ $bil2 = %d <br>\n", $bil1 ^ $bil2);
printf("$bil1 >> 1 = %d <br>\n", $bil1 >> 1 );
printf("%d >> 2 = %d <br>\n", $bil1, $bil1 >> 2 );
printf("$bil1 << 1 = %d <br>\n", $bil1 << 1 );
printf("%d << 2 = %d <br>\n", $bil1, $bil1 << 2 );
?>
</body>
</html>

Gambar 2.9 Tampilan program
oppemanipulasianbit.php
Keterangan :
|
Ekspresi |
Keterangan |
|
14 & 11 |
1110 & 1011 =
1010 (10) |
|
14 | 11 |
1110 |
1011 = 1111 (15) |
|
14 ^ 15 |
1110 ^ 1011 = 0101 (5) |
|
14 >> 1 |
1110 digeser 1 ke
kanan = 111 (7) |
|
14 >> 2 |
1110 digeser 2 ke
kanan = 11 (3) |
|
14 << 1 |
1110 digeser 1 ke
kiri = 11100 (28) |
|
14 << 2 |
1110 digeser 2 ke
kiri = 111000 (56) |
II.2.4.5
Operator Penugasan
Digunakan untuk memberi atau mengisi nilai
kedalam variabel tertentu, yang umum digunakan adalah operator “=”.
Tabel 2.6
Operator penugasan
|
Operator |
Fungsi |
|
+= |
Menambahkan nilai pada variabel di sisi kiri operator dengan di sisi
kanan. |
|
-= |
Mengurangi nilai pada variabel di sisi kiri operator dengan nilai di
sisi kanan. |
|
/= |
Membagi nilai pada variabel di sisi kiri operator dengan nilai di sisi
kanan.. |
|
*= |
Mengalikan nilai pada variabel di sisi kiri operator dengan nilai di
sisi kanan. |
|
%= |
Mencari sisa hasil bagi antara variabel di sisi kiri operator dengan di
sisi kanan. |
|
&= |
Melakukan operasi logika and terhadap variabel di sisi kiri
operator dengan nilai di sisi kanan. |
|
|= |
Melakukan operasi logika or terhadap variabel di sisi kiri operator
dengan nilai di sisi kanan. |
|
^= |
Melakukan operasi logika xor terhadap variabel di sisi kiri
operator dengan nilai di sisi kanan. |
|
.= |
Menambahkan string pada variabel di sisi kiri operator dengan
nilai di sisi kanan. |
|
++ |
Menambahkan nilai 1 pada variabel (penaikkan). |
|
-- |
Mengurangi nilai 1 pada variabel (penurunan). |
Contoh programnya : (OpPenugasan.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Operator Penugasan
--</title>
</head>
<body>
<?php
$bil = 25; $bit = 14; $str = "Satu";
print("Isi variabel bil = $bil
dan variabel bit = $bit dan variabel str = $str<br>\n");
$bil += 5;
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil += 5)
adalah $bil <br>\n");
$bil -= 5;
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil -= 5)
adalah $bil <br>\n");
$bil /= 5;
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil /= 5)
adalah $bil <br>\n");
$bil
*= 5;
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil *= 5)
adalah $bil <br>\n");
$bil
%= 7;
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil %= 7)
adalah $bil <br>\n");
$bit &= 11;
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bit &=
11) adalah $bit <br>\n");
$bit |= 9;
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bit |= 9) adalah
$bit <br>\n");
$bit ^= 6;
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bit ^= 6)
adalah $bit <br>\n");
$str .= " Juta";
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ str .= ''
Juta'') adalah $str <br>\n");
printf("Efek ++ yang diletakkan dibelakang variabel
:<br>\n");
printf("Isi variabel setelah diberikan ekspresi (3 + $
bil++) adalah \n");
printf(3 + $bil++);
print("<br>\n");
printf("Isi variabel bil saat ini adalah \n"); print("x =
$bil <br>\n");
$bil=4;
print("<b>Isi variabel bil dikembalikan menjadi : $bil
</b><br>\n");
print("Efek ++ yang diletakkan didepan variabel
:<br>\n");
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi (3 +
++$ bil) adalah \n");
print(3 + ++$bil); print("<br>\n");
print("Isi variabel bil saat ini adalah \n"); print("x =
$bil <br><br>\n");
printf("Efek -- yang diletakkan dibelakang variabel
:<br>\n");
printf("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil--) adalah
\n");
printf($bil--);
print("<br>\n");
printf("Isi variabel bil saat ini adalah \n"); print("x =
$bil <br>\n");
$bil=5;
print("<b>Isi variabel bil dikembalikan menjadi : $bil
</b><br>\n");
print("Efek -- yang diletakkan didepan variabel
:<br>\n");
print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi (--$ bil) adalah
\n");
print(--$bil);
print("<br>\n");
print("Isi variabel bil saat ini adalah \n"); print("x =
$bil <br>\n");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.10 Tampilan program
oppenugasan.php
II.2.4.6
Operator String
Hanya ada satu operator string yaitu operator
penggabung string “.”(titik).
Contoh programnya : (OpString.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Operator
String</title>
</head>
<body>
<?php
$a="Selamat datang di";
$b=$a." Kampus STMIK Akakom Yogyakarta";
print("<b>$b");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.11 Tampilan program
opstring.php
II.2.4.7
Prioritas Operator
Untuk mengetahui dan menentukan urutan
pengerjaan operator dalam suatu ekspresi.
Catatan:
Ř Jika dalam sebuah ekspresi terdapat beberapa
operator yang mempunyai prioritas yang berbeda maka yang akan dikerjakan
terlebih dahulu adalah operator dengan prioritas tertinggi.
Ř Jika dalam sebuah ekspresi terdapat beberapa
operator yang mempunyai prioritas yang sama maka yang dikerjakan terlebih
dahulu adalah operator yang paling kiri.
Tabel 2.7 Prioritas operator
|
Prioritas |
Operator |
|
Tertinggi Terendah |
( ) { } ~ ++ -- * / % + - <> <= >= = = != & ^ ! && || xor = += -=
*= /= &=
|= ^= .= |
Contoh programnya : (PrioritasOp.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Prioritas
Operator</title>
</head>
<body>
<?php
$a=3; $b=5; $c=12;
printf("$a + $b * $c = %d <br>\n", $a+$b*$c);
printf("($a + $b) * $c = %d <br>\n", ($a+$b)*$c);
printf("$a / $b - $c = %f <br>\n", $a/$b-$c);
?>
</body>
</html>

Gambar 2.12 Tampilan program
opstring.php
II.3 Aliran Kendali (Control Flow) pada PHP
Maksud sebenarnya dari control flow adalah bagaimana urutan eksekusi perintah di dalam
program. Beberapa control flow yang
disediakan dalam PHP :
II.3.1
Percabangan
Sering disebut juga dengan istilah decision making (pengambilan keputusan)
memungkinkan aplikasi memeriksa isi suatu variabel atau hasil perhitungan
ekspresi dan mengambil tindakan yang sesuai.
II.3.1.1
Pernyataan if, if-else
dan if-else-if
-
Konstruksi
if saja, formatnya : if (kondisi/ekspresi)
{
statemen
}
Kodisi akan diperiksa, jika bernilai benar maka
bagian statemen akan
dijalankan, jika bernilai salah maka bagian statemen tidak akan dijalankan.
Contoh programnya : (If.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Percabangan If
Saja</title>
</head>
<body>
<?php
$nilai = 80;
$ket = "Tidak Lulus";
if ($nilai >= 50)
{
$ket = "Lulus";
}
print("$ket<BR\n");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.13 Tampilan program if.php
-
Konstruksi
if-else, formatnya : if (kondisi/ekspresi)
{ statemen_ 1}
else
{
statemen_2 }
Kodisi akan diperiksa, jika bernilai benar maka statemen_1 akan dijalankan, jika
bernilai salah maka statemen_2
akan dijalankan.
Contoh programnya : (IfElse.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Percabangan
If-Else</title>
</head>
<body>
<?php
$nilai = 45;
if ($nilai >= 50)
$ket = "Lulus";
else
$ket = "Tidak Lulus";
print("$ket<br>\n");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.14 Tampilan program
ifelse.php
-
Konstruksi
if-elseif, formatnya : if (kondisi/ekspresi_1)
{ statemen_1 }
elseif ( kondisi/ekspresi_2 )
{
statemen_2 }
else
{ statemen_3
}
Kodisi_1 akan diperiksa, jika bernilai benar maka statemen_1 akan dijalankan, jika kodisi_1 bernilai salah maka akan
memeriksa kodisi_2, jika
bernilai benar maka statemen_2
akan dijalankan, jika kodisi_2
bernilai salah maka statemen_3 akan
dijalankan.
Contoh programnya : (IfElseIf.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Percabangan
If-ElseIf</title>
</head>
<body>
Pilihan Anda adalah :
<?php
$pil = 1;
if ($pil == "1")
print("Manajemen Informatika");
elseif ($pil == "2")
print("Komputer Akuntansi");
elseif ($pil == "3")
print("Teknik Komputer");
else
print("Anda salah Pilih...!");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.15 Tampilan program
ifelseif.php
II.3.1.2
Konstruksi switch
Formatnya : switch (kondisi/ekspresi)
{
case kondisi/ekspresi_case_1
statemen_1
break;
case kondisi/ekspresi_case_2
statemen_2
break;
. . .
. . .
default:
statemen_n
}
Kodisi akan diperiksa, jika kondisi=kondisi/ekspresi_case_1
maka statemen_1 akan
dijalankan dan kemudian eksekusi dilanjutkan ke statemen yang terletak sesudah
tanda penutup switch yaitu : },
jika kondisi=kondisi/ekspresi_case_2
maka statemen_2 akan
dijalankan dan kemudian eksekusi dilanjutkan ke statemen yang terletak sesudah
tanda penutup switch yaitu : },
jika tidak ada yang memenuhi maka statemen_n
yang akan dijalankan.
Contoh programnya : (Switch.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Percabangan
Switch</title>
</head>
Pilihan Anda adalah :
<?php
$pil = 2;
switch ($pil)
{
case 1:
print("<b>Manajemen Informatika"); break;
case 2:
print("<b>Teknik Komputer"); break;
case 3:
print("<b>Komputer Akuntansi"); break;
case 4:
print("<b>Teknik Informatika"); break;
case 5:
print("<b>Sistem Informasi"); break;
default :
print("<b>Maaf Anda Salah Pilih");
}
print("<br>");
print("Ini adalah statemen yang terletak sesudah tanda penutup
Switch ");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.16 Tampilan program
switch.php
II.3.2
Perulangan
Suatu pernyataan yang berguna untuk melakukan
suatu pengulangan.
II.3.2.1
Pernyataan for
Merupakan pernyataan yang digunakan untuk melakukan pengulangan (looping), dimana jumlah pengulangannya telah ditentukan diawal pengulangan.
-
Konstruksi
for, formatnya : for (ekspresi1;ekspresi2,ekspresi3)
{
statemen
}
Ekspresi1, memberikan nilai awal terhadap variabel yang akan digunakan untuk
melakukan pencacahan pengulangan. Ekspresi2, berlaku sebagai kondisi untuk menentukan
pengulangan terhadap pernyataan yang ada di dalam { }, akan dilakukan
atau tidak. Ekspresi3, digunakan untuk mengatur nilai variabel yang
digunakan dalam ekspresi1. Statemen, merupakan
perintah yang akan diulang-ulang. Bila statemen, yang berada
diantara tanda { dan } hanya satu, tanda
{ dan } dapat dihilangkan.
Contoh programnya : (For.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Perulangan
For</title>
</head>
<body>
<?php
for ($bil = 1; $bil <= 15; $bil+=3)
{
print("Angka : $bil <br>");
}
?>
</body>
</html>

Gambar 2.17 Tampilan
program for.php
II.3.2.2
Pernyataan while
Merupakan
pernyataan yang digunakan untuk memberikan perintah menjalankan statemen tertentu, secara berulang-ulang selama
syaratnya terpenuhi.
-
Konstruksi
while, formatnya : while (kondisi/ekspresi
)
{
statemen
}
Kondisi/ekspresi, akan diperiksa terlebih dahulu, jika benar maka statemen
yang terdapat dalam { } akan dijalankan dan kemudian kondisi/ekspresi diperiksa lagi
berulang-ulang sampai kondisi/ekspresi bernilai salah.
Contoh programnya : (While.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Perulangan
While</title>
</head>
<body>
<?php
$bil=1;
while ($bil < 16)
{
print("Angka : $bil<br>");
$bil+=3;
}
?>
</body>
</html>

Gambar 2.18 Tampilan program while.php
II.3.2.3
Pernyataan do-while
Suatu pernyataan yang fungsinya sama dengan while, namun pada do-while paling tidak statemen yang berada pada tanda { } akan dijalankan 1 kali.
-
Konstruksi
do-while, formatnya : do
{
statemen
}
while (kondisi/ekspresi );
Statemen yang terdapat
dalam { } akan dijalankan, kemudian kondisi/ekspresi akan diperiksa,
jika benar maka statemen yang terdapat dalam { } akan dijalankan
lagi berulang-ulang sampai kondisi/ekspresi bernilai salah.
Contoh programnya : (DoWhile.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Perulangan
Do-While</title>
</head>
<body>
<?php
$bil = 1;
do
{
print("Angka :$bil<br>");
$bil+=2;
}
while ($bil <=10);
?>
</body>
</html>

Gambar 2.19 Tampilan program
dowhile.php
II.3.3
Perpindahan
Suatu pernyataan yang berguna untuk melakukan
suatu perpindahan.
II.3.3.1
Pernyataan break
Pernyataan yang digunakan untuk
menghentikan atau keluar dari proses pengulangan (looping).
Contoh programnya : (Break.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Perpindahan
Break</title>
</head>
<body>
<?php
for($bil=1; $bil<=5; $bil++)
{
print("Angka : $bil <br>");
if ($bil==8)
break;
}
print("Perulangan Selesai <br>");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.20 Tampilan program break.php
Contoh programnya : (BreakLain.php)
<html>
<head>
<title>Contoh
Perpindahan Break dengan Parameter</title>
</head>
<body>
<?php
for ($bil=1; $bil<=10; $bil++)
{
switch
($bil)
{
case 3:
print("Break 1
<br>\n"); break 1;
case 6:
print("Break 2
<br>\n"); break 2;
default:
print("$bil
<br>\n"); break;
}
}
print("Perulangan Selesai
<br>");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.21 Tampilan program
breaklain.php
II.3.3.2
Pernyataan continue
Pernyataan yang digunakan untuk
melewati satu putaran dalam rangkaian pengulangan (looping).
Contoh programnya : (Continue.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Perpindahan
Continue</title>
</head>
<body>
<?php
for($bil=1; $bil<=8; $bil++)
{
if ($bil>=4 and $bil<=6)
{
continue;
}
print("Angka :$bil <br>\n");
}
?>
</body>
</html>

Gambar 2.22 Tampilan program
continue.php
II.3.3.3
Pernyataan exit
Pernyataan yang digunakan untuk mengakhiri pengeksekusian, dengan pemberian perintah ini maka semua skrip baik PHP maupun HTML tidak akan dikirim ke browser.
Contoh programnya : (Exit.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Perpindahan
Exit</title>
</head>
<body>
<?php
for($bil = 1; $bil <= 10; $bil++)
{
print("Angka : $bil <br>\n");
if ($bil == 4)
exit;
}
print("Program Selesai <br>\n");
?>
</body>
</html>

Gambar 2.23 Tampilan program exit.php
II.3.3.4
Pernyataan return
Merupakan pernyataan yang digunakan untuk memerintahkan kode untuk keluar dari fungsi.
Contoh programnya : (Return.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Perpindahan
Return</title>
</head>
<body>
<?php
function TesReturn()
{
for($bil = 1; $bil <= 15; $bil++)
{
print("Angka : $bil
<br>\n");
{
if ($bil
==3)
return;
}
}
print("Pengulangan Selesai <br>\n");
}
TesReturn ();
print("Pemanggilan Fungsi Selesai
<br>\n");
?>
</body>
</html>
Gambar 2.24 Tampilan program
return.php
Terlihat bahwa, print("Pengulangan
Selesai <br>\n"); tidak dijalankan, menunjukkan bahwa setelah return dieksekusi, program akan keluar dari fungsi TesReturn()
dan mengeksekusi perintah setelah
fungsi TesReturn(), yaitu print("Pemanggilan Fungsi Selesai
<br>\n");.
II.4 Array
Array adalah kumpulan beberapa data yang disimpan dalam satu variabel. Jadi
berbeda dengan variabel sebelumnya yang hanya menyimpan satu nilai saja, array dapat menampung lebih dari 1
nilai. Sebagai contoh, anda akan menyimpan data teman-teman anda dalam satu
variabel $teman, dan ada 3
orang temen yang akan anda masukkan ke dalam variabel tersebut. Secara visual
dapat digambarkan sebagai berikut :
|
$teman $teman[0] $teman[2] $teman[1] |
||||||||
|
|
||||||||
|
Sari |
Setiap nilai dalam array disebut elemen, akan mempunyai index dan dengan index
ini akan digunakan untuk mengakses elemen tersebut. PHP mengenal 2 macam index,
yaitu :
II.4.1
Inisialisasi Array
Inisialisasi (mengisi nilai) array seperti contoh diatas, dapat diciptakan dengan cara sebagai
berikut : $teman
= array (“Febty”, “Abi”, “Sari”);
Kode diatas menjadikan array $temen berindeks numeric, selain cara ini ada cara lain
yaitu :
$teman[]
= “Febty”;
$teman[]
= ”Abi”;
$teman[]
= “Sari”;
Kode diatas akan menjadikan array $temen berindeks numeric juga.
$teman
|
0 |
1 |
2 |
|
Febty |
Abi |
Sari |
Untuk membuat array berindeks asosiatif, membutuhkan label atau nama untuk
masing-masing elemen. Dari contoh diatas akan dikembangkan agar dapat menyimpan
nomer telepon masing-masing teman dan menjadikan nama orangnya sebagai indeks.
Contohnya adalah sebagai berikut :
$teman
= array (“Febty”=>8865267, “Abi”=>543886, “Sari”=>7404188);
atau
$teman[“Febty”]
= 8865267;
$teman[”Abi”] = 543886;
$teman[“Sari”] = 7404188;
Kedua kode diatas akan menjadikan $temen
array berindeks asosiatif/string.
$teman
|
Febty |
Abi |
Sari |
|
8865267 |
543886 |
7404188 |
II.4.2
Navigasi Array
Navigasi
(mengakses nilai) array dapat dilakukan dengan menggunakan
kalang. Misalnya untuk menampilkan isi array berindeks numeric
diatas :
Contoh programnya : (Array.php)
<html>
<head>
<title>Contoh Mengakses Array
dengan Indeks Numerik</title>
</head>
<body>
<?php
$teman = array ("Febty", "Abi", "Sari");
for ($i = 0; $i <count($teman); $i++)
{
print("Array \$teman Indeks [$i] adalah : $teman[$i]
<br>");
}
?>
</body>
</html>

Gambar 2.25 Tampilan program array.php
Fungsi count
diatas digunakan untuk mendapatkan jumlah array,
yaitu 3. Sedangkan untuk menampilkan seluruh elemen dalam array menggunakan for.
Untuk menampilkan isi array berindeks string,
tidak dapat menggunakan kalang for
seperti diatas, karena label/indeks elemen disimpan dalam tipe string (bukan numeric). Contoh kalang untuk
mengakses array berindeks string
dapat dilihat dibawah ini :
Contoh program lainnya : (ArrayString.php)
<html>
<head>
<title>Contoh
Mengakses Array dengan Indeks String</title>
</head>
<body>
<?php
$teman
= array ("Febty"=>8865267, "Abi"=>543886,
"Sari"=>7404188);
//Untuk
menampilkan semua elemen yang berindeks string
while ( list($indeks, $elemen) =
each($teman) )
{
print("Array \$teman indeks :
$indeks berisi elemen : $elemen <br>");
}
?>
</body>
</html>

Gambar 2.26 Tampilan program
arraystring.php
Disini ada 2 fungsi yang terlibat, yaitu : each
dan list. Fungsi each digunakan untuk mengakses masing-masing
elemen dalam array dan juga indeksnya
yang saling berpasangan. Pasangan elemen dan indeks ini, akan dipisahkan oleh
fungsi list dan dimasukkan kedalam variabel $indeks dan $elemen.
II.4.3
Fungsi-fungsi Array
Sort, mengurutkan elemen pada array
dengan urutan naik (ascending) dan
indeksnya numerik, Rsort
mengurutkan elemen pada array dengan
urutan turun (descending) dan
indeksnya numerik.
Contoh programnya : (Sort&Rsort.php)
<html>
<head>
<title>Pengurutan Elemen degan
Sort dan Rsort</title>
</head>
<body>
<?php
$teman = array (“Febty”=>8865267, “Abi”=>543886,
“Sari”=>7404188);
//
Pengurutan dengan sort
sort($teman);
print("Hasil Pengurutan Naik : <br>");
while ( list($indeks, $elemen) = each($teman) )
{
print("Indeks ke :[$indeks] berisi : $elemen <br>");
}
//
Pengurutan dengan rsort
rsort($teman);
print("Hasil Pengurutan Turun : <br>");
while ( list($indeks, $elemen) = each($teman) )
{
print("Indeks ke :[$indeks] berisi : $elemen <br>");
}
?>
</body>
</html>

Gambar 2.27 Tampilan program
sort&rsort.php
II.4.4
Array Multidimensional
Array Multidimensional, adalah array
yang elemennya mengandung array dan
bahkan jumlah elemen array yang
terkandung pada elemen array dapat
berbeda.
Contoh gambaran array multidimensi :
|
Mata Kuliah |
Mahasiswa |
|
Pemrograman Web |
Andreas, Ridwan, Sita |
|
Pemrograman Visual |
Andreas, Fafa, Susi |
|
Pemrograman Basisdata |
Lina, Dina, Susi, Rini |
Contoh programnya : (ArrayMultidimensional.php)
<html>
<head>
<title>Penggunaan Array
Multidimensi</title>
</head>
<body>
<?php
// Membuat array berdimensi dua
$Mahasiswa = array
(
"Pemrograman Web"
=> array("Andreas", "Ridwan", "Sita"),
"Pemrograman Visual" =>
array("Andreas","Fafa","Susi"),
"Pemrograman Basisdata"
=>
array("Lina","Dina","Susi","Rini"),
);
// Menampilkan isi array
while ( list($indeks1, $elemen1) = each($Mahasiswa) )
{
print("<b>Peserta $indeks1 : </b><br>");
$nomor = 1;
while ( list($indeks2, $elemen2) = each($elemen1) )
{
print("$nomor. $elemen2
<br>");
$nomor++;
}
}
?>
</body>
</html>

Gambar 2.28 Tampilan program
arraymultidimensional.php
II.5 Fungsi (Function)
Fungsi adalah blok kode (kumpulan beberapa statement) yang dibuat dengan tujuan melaksanakan satu tugas tertentu. Dengan menciptakan sebuah fungsi sekali saja, fungsi ini akan dapat digunakan berkali-kali pada bagian manapun dalam skrip dengan cara memanggil nama fungsi tersebut.
II.5.1
Deklarasi Fungsi
Fungsi dideklarasikan dengan menggunakan pernyataan Function.
Formatnya : function nama_fungsi (parameter)
{
blok kode
}
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam deklarasi fungsi dalam PHP :
- Nama fungsi (function name), nama yang diberikan pada fungsi yang digunakan untuk memanggil fungsi tersebut. Aturan penamaan fungsi :
1. Tidak boleh sama dengan nama fungsi yang telah ada dalam PHP.
2. Hanya boleh terdiri dari huruf, angka dan garis bawah.
3. Tidak boleh diawali dengan angka.
- Parameter, nilai yang akan dimasukkan ke dalam fungsi untuk kemudian diproses, sehingga akan menhasilkan output sesuai keinginan.
- Blok kode, berisi instruksi yang harus dilakukan komputer, untuk menghasilkan output yang diinginkan dan dibatasi oleh sepasang { dan }.
Contoh fungsi :
function penjumlahan($a,$b)
{
$c = ($a + $b);
print ($c);
}
penjumlahan(8,9);
Keterangan :
- function, kata kunci fungsi.
-
penjumlahan,
nama fungsi.
-
($a,$b), parameter dari fungsi.
-
{
$c = ($a +
$b) blok kodenya.
print
($c);
}
-
penjumlahan(8,9);, memanggil
fungsi penjumlahan dengan memberikan
nilai parameter $a=8 dan $b=9.
Contoh program lainnya : (Fungsi.php)
<html>
<head>
<title>Contoh
Fungsi</title>
</head>
<body>
<?php
function penjumlahan($a,$b)
{
$c = ($a + $b);
print ($c);
}
penjumlahan(8,9);
?>
</body>
</html>

Gambar 2.29 Tampilan program fungsi.php
II.5.2
Nilai Balik Fungsi
Nilai yang dihasilkan oleh suatu fungsi, setelah fungsi tersebut dijalankan.
Contoh programnya : (FungsiNilaiBalik.php)
<html>
<head>
<title>Contoh
Fungsi dengan Nilai Balik</title>
</head>
<body>
<?php
function penjumlahan($a,$b)
{
$c = ($a + $b);
return ($c); //digunakan untuk
memberikan nilai balik fungsi
}
penjumlahan(8,9); //digunakan untuk
memanggil fungsi pejumlahan
print (penjumlahan(8,7)); //digunakan
untuk memanggil fungsi pejumlahan dan
//menampilkan
ke layar
?>
</body>
</html>

Gambar 2.30 Tampilan program fungsinilaibalik.php
II.5.3
Nilai Argumen Bawaan.
Nilai bawaan yang dimiliki oleh suatu parameter, bilamana nilai argumennya tidak disebutkan pada saat fungsi dipanggil.
Contoh programnya : (FungsiNilaiArgumenBawaan.php)
<html>
<head>
<title>Contoh
Fungsi dengan Argumen Bawaan</title>
</head>
<body>
<?php
function penjumlahan($a=3,$b=10) //Memberi
nilai bawaan untuk argumen a = 3 dan b = 4
{
$c = ($a * $b);
return ($c);
}
print (penjumlahan(8,7)); //Memberi
nilai untuk argumen a = 8 dan b = 7
print ("<br>");
print (penjumlahan(8)); //Memberi
nilai untuk argumen a = 8 sedangkan argumen b
mengambil dari
//nilai
bawaannya
print ("<br>");
print (penjumlahan()); //Nilai
untuk argumen a dan b dikosongkan, sehingga kedua argument akan
//menggunakan
nilai bawaannya
?>
</body>
</html>

Gambar 2.31 Tampilan program fungsinilaiargumenbawaan.php
II.5.4
Fungsi Rekursif
Suatu fungsi yang memanggil dirinya sendiri.
Contoh programnya : (FungsiRekursif.php)
<html>
<head>
<title>Contoh
Rekursif</title>
</head>
<body>
<?php
function jum_tot($bil)
{
if
($bil==0) //Jika isi variabel bil = 0,
maka nilai balik fungsi jum_tot =0
return 0;
else
return $bil + jum_tot($bil - 1); //Pemanggilan
rekursif, fungsi
jum_tot
}
printf("Jumlah
Total <b>5 </b> Bilangan Pertama = <b>%d
<br></b>\n", jum_tot(5));
printf("Jumlah
Total <b>10</b> Bilangan Pertama = <b>%d
<br></b>\n", jum_tot(10));
?>
</body>
</html>

Gambar 2.32 Tampilan program fungsirekursif.php