3 PHP (PHP Hypertext Preprocessor)

 

Pengantar PHP

Merupakan bahasa berbentuk script yang ditempatkan dan diproses dalam server, lalu hasilnya dikirim ke klien jika klien memintanya, dengan menggunakan web browser (internet explorer). PHP bersifat Open Source, karena gratis dan bebas. Database pasangannya, umumnya MySQL dan dijalankan pada webserver Apache yang berbasis system operasi Linux.

Kelebihan-kelebihan dari PHP :

  1. Mudah dibuat dan kecepatan aksesnya tinggi.
  2. Dapat dijalankan pada web server(Apache, Personal Web Server/PWS,IIS, Xitami) yang berbeda dan dalam system operasi(Linux, Windows, Unix, Macintosh)
  3. Dapat digunakan secara gratis dan bebas.
  4. Script-nya dapat ditempelkan di dalam tag HTML.
  5. Termasuk aplikasi Server-Side Programming (PHP akan dieksekusi di server), sehingga yang dikirim ke web browser klien sudah dalam bentuk HTML.
  6. Mampu berkomunikasi dengan berbagai database terkenal (MySQL, Postgre SQL, Oracle, InterBase, Sybase, Microsoft Acces, Informix).

Penulisan kode PHP diawali dengan tanda lebih kecil (<) dan diakhiri dengan tanda lebih besar (>). Beberapa cara untuk menuliskan script PHP, yaitu :

Tabel 2.1  Beberapa format penulisan kode PHP

  1.  
  1.  
  1.  

<?

Skrip  PHP

?>

<?php

Skrip  PHP

?>

<Script Language=”php”>

Skrip  PHP

</Script>

 

Contoh programnya : (PHPSederhana.php)

<html>

<head>

<title>Program PHP Sederhana</title>

</head>

<body >Belajar PHP Pertamakali<br>

<?

echo " Sekarang Tanggal : ", Date("d F Y"),"<br>";

printf ("Sekarang Tanggal :  %s", Date("d F y"));

printf ("<br>");

printf ("OK deh...");

?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.1 Tampilan program PHP Sederhana

Penjelasannya : echo "Tanggal Sekarang adalah : ", Date("d F Y"); dan printf ("Tanggal Sekarang adalah : %s", Date("d F y")); merupakan suatu instruksi yang dapat berdiri sendiri dan digunakan untuk melakukan suatu tugas tertentu dan selalu diakhiri dengan tanda koma (;) yang biasa disebut sebagai pernyataan. Kedua pernyataan ini, digunakan untuk menampilkan suatu tulisan  atau hasil dari suatu pemrosesan, yang menggunakan perintah echo atau printf, dimana dalam perintah echo tidak diperlukan tanda ( dan ), sedangkan  dalam perintah printf  tanda ( dan ) diperlukan, untuk contoh program selanjutnya kita akan menggunakan perintah printf ini, karena dengan adanya tanda ( dan ) akan mempermudah dalam menganalisa programnya. Date("d F Y"), perintah untuk menampilkan tanggal, bulan  dan tahun saat skrip tersebut dipanggil.

Pemrosesan kode PHP adalah pada sisi server, sehingga pihak klien tidak dapat melihat kode PHP yang sesungguhnya. Untuk membuktikannya, sesudah anda buka dengan web browser pilih menu View, lalu submenu Source maka yang akan terlihat adalah kode seperti berikut :

Gambar 2.2 Tampilan View-Source pada web browser

Dari tampilan kode diatas terbukti, berbeda dengan kode PHP aslinya. Jadi yang sampai ke klien sebenarnya adalah kode HTML-nya.

 

II.2  Dasar-dasar PHP

II.2.1  Komentar (Comment)

Bagian dari kode PHP yang tidak dieksekusi/dijalankan, tetapi sangat berguna bagi pemrogram atau pembaca  program,  dalam  memahami isi  program  mengingat   komentar  biasanya  berisi keterangan-keterangan penjelas.

Ada 2 cara untuk menulis  komentar :

  1. Komentar 1 baris, dibuat menggunakan tanda //(garis miring dua kali) atau tanda #.
  2. Komentar banyak baris, dibuat dengan menggunakan pasangan tanda /* dan */ dimana semua tulisan yang berada diantara kedua tanda ini tidak akan dijalankan .

Contoh programnya : (Komentar.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Komentar 1 dan Banyak Baris</title>

</head>

<body > Belajar PHP <br>

<?

//menampilkan dengan echo

echo " Sekarang Tanggal : ", Date("d F Y");

echo "<br>";

printf ("Sekarang Tanggal : %s", Date("d F y")); #menampilkan dengan printf

printf ("<br>");

/*

Program ini akan mencetak tanggal sekarang sebanyak 2 buah

yaitu dengan echo dan printf, dengan format d F Y dan d F y

*/

echo " Sekarang Tanggal : ", Date("d F Y");

echo "<br>";

printf ("Sekarang Tanggal : %s", Date("d F y"));

?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.3 Tampilan program komentar.php

Penjelasannya : //menampilkan dengan echo dan //menampilkan dengan printf adalah merupakan contoh komentar 1 baris. /*Program ini akan mencetak tanggal sekarang sebanyak 2 buah yaitu dengan echo dan printf, dengan format d F Y dan d F y */ adalah merupakan contoh komentar banyak baris.

II.2.2  Pernyataan (Statement)

Satuan perintah, dimana statemen ini harus diakhiri dengan tanda titik-koma (;).

Contoh programnya : (Pernyataan.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Statement</title>

</head>

<body >

<?

echo "Sekarang Tanggal : ", Date("d F Y");

echo "<br>";

printf ("Sekarang Tanggal : %s", Date("d F y"));

?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.4 Tampilan program pernyataan.php

Penjelasannya : echo " Sekarang Tanggal : ", Date("d F Y"); dan printf ("Sekarang Tanggal : %s", Date("d F y"));, adalah merupakan contoh statement.

II.2.3  Variabel

Sebagai tempat penyimpanan data sementara dan nilainya dapat berubah-rubah, dimana data yang disimpan dalam variabel akan hilang setelah program selesai dieksekusi. Variabel dalam PHP selalu ditulis dengan awalan tanda $ dan karakter pertama harus berupa huruf atau garis bawah ( _ ).

Contoh programnya : (Variabel.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Variabel</title>

</head>

<body >

<?

$gapok = 1000000;

printf ("Gaji Pokok : %d",$gapok);

printf ("<br>");

$pdpt = 1.5 * $gapok;

printf ("Pendapatan Sekarang adalah : %d",$pdpt);

?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.5 Tampilan program variabel.php

 

 

Penjelasannya : dari contoh program diatas $gapok merupakan variable dimana nilai awalnya adalah 1000000. Expresi $pdpt = 1.5 * $gapok; ini akan menjadikan nilai variable $pdpt berisi 1500000.

II.2.4  Operator

Digunakan untuk memanipulasi nilai suatu variabel. Nilai yang dimodifikasi oleh operator disebut Operand. Operand dan Operator ini akan membentuk ekspresi (ungkapan).

Operator diklasifikasikan menjadi :

II.2.4.1  Operator Aritmatika.

Operator yang digunakan untuk melakukan operasi perhitungan matematika.

Tabel 2.2  Operator aritmatika

Operator

Fungsi

+

Penjumlahan

-

Pengurangan

*

Perkalian

/

Pembagian

%

Sisa hasil bagi

Contoh programnya : (OpAritmatika.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Operator Aritmatika</title>

</head>

<body>

<?php

    printf("<b>Penjumlahan :<br>\n </b>");

    printf("6  +  3.5    = %d <br>\n", 6 + 3.5);

    printf("6  +  3.5    = %f <br>\n", 6 + 3.5);

  

    printf("<b>Pengurangan :<br>\n </b>");

    printf("6  -  3.5    = %d <br>\n", 6 - 3.5);

    printf("6  -  3.5    = %f <br>\n", 6 - 3.5);

   

    printf("<b>Perkalian :<br>\n </b>");

    printf("7  x  3.5    = %d <br>\n", 7 * 3.5);

    printf("7  x  3.5    = %f <br>\n", 7 * 3.5);

   

    printf("<b>Pembagian :<br>\n </b>");

    printf("7  / 3   = %d <br>\n", 7 / 3);

    printf("7  /  3.5    = %f <br>\n", 7 / 3.5);

   

    printf("<b>Sisa hasil bagi :<br>\n </b>");

    print("9 % 3   = "); print(9 % 3); print("<br>\n");

    print("9 % 5   = "); print(9 % 5); print("<br>\n");

?>

</body>

</html>

      Gambar 2.6 Tampilan program oparitmatika.php

II.2.4.2  Operator Pembandingan.

Operator yang digunakan untuk membandingkan nilai dari 2 operand, hasilnya dinyatakan dalam nilai Boolean : True (benar) dan  false (salah).

Tabel 2.3  Operator pembandingan

Operator

Fungsi

= =

Memeriksa apakah operand kanan bernilai sama dengan operand kiri.

> 

Memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar dengan operand kanan.

< 

Memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil dengan operand kanan.

>=

Memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar atau sama dengan operand kanan.

<=

Memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil atau sama dengan operand kanan.

!= atau <>

Memeriksa apakah operand kanan tidak bernilai sama dengan operand kanan.

Contoh programnya : (OpPembadingan.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Operator Pembandingan</title>

</head>

<head>

  <?php

    $a  = 2;

    $b  = 3;

    $c  = 2;

    printf("$a  <   $b  keterangan : %d<br>\n", $a < $b);

    printf("$a  >   $b  keterangan : %d<br>\n", $a > $b);

    printf("$a  <=  $b  keterangan : %d<br>\n", $a <= $b);

    printf("$a  >=  $b  keterangan : %d<br>\n", $a >= $b);

    printf("$a  =   $c  keterangan : %d<br>\n", $a == $c);

    printf("$a  !=  $c  keterangan : %d<br>\n", $a != $c);

    printf("$a  <>  $b  keterangan : %d<br>\n", $a <> $b);

  ?>

</body>

</html>

Gambar 2.7 Tampilan program oppembadingan.php

II.2.4.3  Operator Logika

Digunakan untuk membandingkan 2 nilai variabel yang bertipe Boolean dan hasil yang di dapat juga bertipe Boolean.

Tabel 2.4  Operator logika

Operand

Kanan

Operand

Kiri

Operator

&& (and)

|| (or)

xor (exclusive or)

Salah

Salah

Salah

Salah

Salah

Salah

Benar

Salah

Benar

Benar

Benar

Salah

Salah

Benar

Benar

Benar

Benar

Benar

Benar

Salah

Operator ! dikenakan hanya pada sebuah operand.

Operand

! (not)

Salah

Benar

Benar

Salah

Contoh programnya : (OpLogika.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Operator Logika</title>

</head>

<body>

  <?php

    $a = '1';

    $b = '2';

    $c = '3';

    printf("<b>Logika AND<br>\n </b>");

    printf("1>2 and 2>3,   keterangan : %d<br>\n",   $a >$b and $b >$c);

    printf("1>2 and 2<3,   keterangan : %d<br>\n",   $a >$b && $b <$c);

    printf("1<2 and 2>3,   keterangan : %d<br>\n",   $a <$b and $b >$c);

    printf("1<2 and 2<3,   keterangan : %d<br>\n",   $a <$b && $b <$c);

    printf("<b>Logika OR<br>\n </b>");

    printf("1>2 or 2>3,   keterangan : %d<br>\n",   $a >$b or $b >$c);

    printf("1>2 or 2<3,   keterangan : %d<br>\n",   $a >$b || $b <$c);

    printf("1<2 or 2>3,   keterangan : %d<br>\n",   $a <$b or $b >$c);

    printf("1<2 or 2<3,   keterangan : %d<br>\n",   $a <$b || $b <$c);

    printf("<b>Logika XOR<br>\n </b>");

    printf("1>2 xor 2>3,   keterangan : %d<br>\n",   $a >$b xor $b >$c);

    printf("1>2 xor 2<3,   keterangan : %d<br>\n",   $a >$b xor $b <$c);

    printf("1<2 xor 2>3,   keterangan : %d<br>\n",   $a <$b xor $b >$c);

    printf("1<2 xor 2<3,   keterangan : %d<br>\n",   $a <$b xor $b <$c);

    printf("<b>Logika NOT<br>\n </b>");

    printf("not(1<2 xor 2<3),   keterangan : %d<br>\n",   !($a <$b xor $b <$c));

    printf("not(1<2 xor 2>3),   keterangan : %d<br>\n",   !($a <$b xor $b >$c));

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.8 Tampilan program oplogika.php

II.2.4.4  Operator Pemanipulasi Bit

Digunakan untuk memanipulasi data dalam level bit.

Tabel 2.5  Operator pemanipulasian bit

Operator

Fungsi

&

Melakukan operasi and, nilai variabel (dalam level bit) di sisi kiri operator dengan sisi kanannya.

|

Melakukan operasi or, nilai variabel (dalam level bit) di sisi kiri operator dengan sisi kanannya.

^

Melakukan operasi xor, nilai variabel (dalam level bit) di sisi kiri operator dengan sisi kanannya.

>> 

Menggeser bit ke kanan dari nilai variabelnya (dalam level bit).

<< 

Menggeser bit ke kiri dari nilai variabelnya (dalam level bit).

Contoh programnya : (OpPemanipulasianBit.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Operasi Pemanipulasi Bit</title>

</head>

<body>

  <?php

    $bil1 = 14;

    $bil2 = 11;

    printf("$bil1 & $bil2 = %d <br>\n",   $bil1 & $bil2);

    printf("%d | %d = %d <br>\n",   $bil1, $bil2, $bil1 | $bil2);

    printf("$bil1 ^ $bil2 = %d <br>\n",  $bil1 ^ $bil2);

    printf("$bil1 >> 1 = %d <br>\n",   $bil1 >> 1 );

    printf("%d >> 2 = %d <br>\n",  $bil1, $bil1 >> 2 );

    printf("$bil1 << 1 = %d <br>\n",   $bil1 << 1 );

    printf("%d << 2 = %d <br>\n",    $bil1, $bil1 << 2 );

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.9 Tampilan program oppemanipulasianbit.php

 

Keterangan :

Ekspresi

Keterangan

14 & 11

1110 & 1011 = 1010 (10)

14 | 11

1110  |  1011 = 1111 (15)

14 ^ 15

1110  ^ 1011 = 0101 (5)

14 >> 1

1110 digeser 1 ke kanan = 111 (7)

14 >> 2

1110 digeser 2 ke kanan = 11 (3)

14 << 1

1110 digeser 1 ke kiri = 11100 (28)

14 << 2

1110 digeser 2 ke kiri = 111000 (56)

 

II.2.4.5  Operator Penugasan

Digunakan untuk memberi atau mengisi nilai kedalam variabel tertentu, yang umum digunakan adalah operator “=”.

Tabel 2.6  Operator penugasan

Operator

Fungsi

+=

Menambahkan nilai pada variabel di sisi kiri operator dengan di sisi kanan.

-=

Mengurangi nilai pada variabel di sisi kiri operator dengan nilai di sisi kanan.

/=

Membagi nilai pada variabel di sisi kiri operator dengan nilai di sisi kanan..

*=

Mengalikan nilai pada variabel di sisi kiri operator dengan nilai di sisi kanan.

%=

Mencari sisa hasil bagi antara variabel di sisi kiri operator dengan di sisi kanan.

&=

Melakukan operasi logika and terhadap variabel di sisi kiri operator dengan nilai di sisi kanan.

|=

Melakukan operasi logika or terhadap variabel di sisi kiri operator dengan nilai di sisi kanan.

^=

Melakukan operasi logika xor terhadap variabel di sisi kiri operator dengan nilai di sisi kanan.

.=

Menambahkan string pada variabel di sisi kiri operator dengan nilai di sisi kanan.

++

Menambahkan nilai 1 pada variabel (penaikkan).

--

Mengurangi nilai 1 pada variabel (penurunan).

Contoh programnya : (OpPenugasan.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Operator Penugasan --</title>

</head>

<body>

  <?php

    $bil = 25;  $bit = 14;  $str = "Satu";

    print("Isi variabel bil = $bil  dan variabel bit = $bit dan variabel str = $str<br>\n");

    $bil += 5;

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil  +=  5) adalah $bil <br>\n");

    $bil -= 5;

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil  -=  5) adalah $bil <br>\n");

    $bil /= 5;

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil  /=  5) adalah $bil <br>\n");

    $bil *= 5;

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil  *=  5) adalah $bil <br>\n");

    $bil %= 7;

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil  %=  7) adalah $bil <br>\n");

    $bit &= 11;

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bit  &=  11) adalah $bit <br>\n");

    $bit |= 9;

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bit  |=  9) adalah $bit <br>\n");

    $bit ^= 6;

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bit  ^=  6) adalah $bit <br>\n");

    $str .= " Juta";

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ str  .=  '' Juta'') adalah $str <br>\n");

    printf("Efek ++ yang diletakkan dibelakang variabel :<br>\n");

    printf("Isi variabel setelah diberikan ekspresi (3   +   $ bil++) adalah \n");

    printf(3 + $bil++);  print("<br>\n");

    printf("Isi variabel bil saat ini adalah \n"); print("x = $bil <br>\n");

    $bil=4;         

    print("<b>Isi variabel bil dikembalikan menjadi : $bil </b><br>\n");

    print("Efek ++ yang diletakkan didepan variabel :<br>\n");

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi (3   +   ++$ bil) adalah \n");

    print(3 + ++$bil);  print("<br>\n");

    print("Isi variabel bil saat ini adalah \n"); print("x = $bil <br><br>\n");

    printf("Efek -- yang diletakkan dibelakang variabel :<br>\n");

    printf("Isi variabel setelah diberikan ekspresi ($ bil--) adalah \n");

    printf($bil--);  print("<br>\n");

    printf("Isi variabel bil saat ini adalah \n"); print("x = $bil <br>\n");

    $bil=5;         

    print("<b>Isi variabel bil dikembalikan menjadi : $bil </b><br>\n");

    print("Efek -- yang diletakkan didepan variabel :<br>\n");

    print("Isi variabel setelah diberikan ekspresi (--$ bil) adalah \n");

    print(--$bil);  print("<br>\n");

    print("Isi variabel bil saat ini adalah \n"); print("x = $bil <br>\n");

  ?>

</body>

</html>

Gambar 2.10 Tampilan program oppenugasan.php

II.2.4.6  Operator String

Hanya ada satu operator string yaitu operator penggabung string “.”(titik).

Contoh programnya : (OpString.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Operator String</title>

</head>

<body>

  <?php

    $a="Selamat datang di";

    $b=$a." Kampus STMIK Akakom Yogyakarta";

    print("<b>$b");

  ?>

</body>

</html>

 

 

Gambar 2.11 Tampilan program opstring.php

II.2.4.7  Prioritas Operator

Untuk mengetahui dan menentukan urutan pengerjaan operator dalam suatu ekspresi.

Catatan:

Ř  Jika dalam sebuah ekspresi terdapat beberapa operator yang mempunyai prioritas yang berbeda maka yang akan dikerjakan terlebih dahulu adalah operator dengan prioritas tertinggi.

Ř  Jika dalam sebuah ekspresi terdapat beberapa operator yang mempunyai prioritas yang sama maka yang dikerjakan terlebih dahulu adalah operator yang paling kiri.

Tabel 2.7  Prioritas operator

Prioritas

Operator

Tertinggi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terendah

( )   { }

~   ++   -- 

*   /   %

+   -

<>   <=   >=

= =   !=

&

^

!

&&

||

xor

=   +=   -=   *=   /=   &=   |=   ^=   .=

Contoh programnya : (PrioritasOp.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Prioritas Operator</title>

</head>

<body>

  <?php

    $a=3;  $b=5;  $c=12;

    printf("$a + $b * $c = %d <br>\n",   $a+$b*$c);

    printf("($a + $b) * $c = %d <br>\n",   ($a+$b)*$c);

    printf("$a / $b - $c = %f <br>\n",   $a/$b-$c);

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.12 Tampilan program opstring.php

II.3  Aliran Kendali (Control Flow) pada PHP

Maksud sebenarnya dari control flow adalah bagaimana urutan eksekusi perintah di dalam program. Beberapa control flow yang disediakan dalam PHP :

II.3.1  Percabangan

Sering disebut juga dengan istilah decision making (pengambilan keputusan) memungkinkan aplikasi memeriksa isi suatu variabel atau hasil perhitungan ekspresi dan mengambil tindakan yang sesuai. Ada 2 jenis percabangan, dipilih berdasarkan kriteria dan jumlah pilihan yang tersedia.

II.3.1.1  Pernyataan if, if-else dan if-else-if

-          Konstruksi if saja, formatnya : if (kondisi/ekspresi)

     {

     statemen

     }

Kodisi akan diperiksa, jika bernilai benar maka bagian statemen akan dijalankan, jika bernilai salah maka bagian statemen tidak akan dijalankan.

Contoh programnya : (If.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Percabangan If Saja</title>

</head>

<body>

  <?php

  $nilai = 80;

  $ket = "Tidak Lulus";

  if ($nilai >= 50)

      {   

       $ket = "Lulus";

      }

  print("$ket<BR\n");

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.13 Tampilan program if.php

-          Konstruksi if-else, formatnya : if (kondisi/ekspresi)

{ statemen_ 1}

  else

{ statemen_2 }

Kodisi akan diperiksa, jika bernilai benar maka statemen_1 akan dijalankan, jika bernilai salah maka statemen_2 akan dijalankan.

Contoh programnya : (IfElse.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Percabangan If-Else</title>

</head>

<body>

  <?php

  $nilai = 45;

  if ($nilai >= 50)

     $ket = "Lulus";

     else

     $ket = "Tidak Lulus";

  print("$ket<br>\n");

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.14 Tampilan program ifelse.php

-          Konstruksi if-elseif, formatnya : if (kondisi/ekspresi_1)

{ statemen_1 }

                                               elseif ( kondisi/ekspresi_2 )

                                                { statemen_2 }

                                         else

{ statemen_3 }

Kodisi_1 akan diperiksa, jika bernilai benar maka statemen_1 akan dijalankan, jika kodisi_1 bernilai salah maka akan memeriksa kodisi_2, jika bernilai benar maka statemen_2 akan dijalankan, jika kodisi_2 bernilai salah maka statemen_3 akan dijalankan.

Contoh programnya : (IfElseIf.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Percabangan If-ElseIf</title>

</head>

<body>

Pilihan Anda adalah : 

  <?php

    $pil = 1;

    if ($pil == "1")

      print("Manajemen Informatika");

    elseif ($pil == "2")

      print("Komputer Akuntansi");

    elseif ($pil == "3")

      print("Teknik Komputer");

    else

      print("Anda salah Pilih...!");

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.15 Tampilan program ifelseif.php

II.3.1.2  Konstruksi switch

Formatnya : switch (kondisi/ekspresi)

{

case kondisi/ekspresi_case_1

   statemen_1

   break;

case kondisi/ekspresi_case_2

   statemen_2

   break;

      . . .

      . . .

default:

   statemen_n

 }

Kodisi akan diperiksa, jika kondisi=kondisi/ekspresi_case_1 maka statemen_1 akan dijalankan dan kemudian eksekusi dilanjutkan ke statemen yang terletak sesudah tanda penutup switch yaitu : }, jika kondisi=kondisi/ekspresi_case_2 maka statemen_2 akan dijalankan dan kemudian eksekusi dilanjutkan ke statemen yang terletak sesudah tanda penutup switch yaitu : }, jika tidak ada yang memenuhi maka statemen_n yang akan dijalankan.

Contoh programnya : (Switch.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Percabangan Switch</title>

</head>

Pilihan Anda adalah : 

  <?php

    $pil = 2;

    switch ($pil)

    {

      case 1:

      print("<b>Manajemen Informatika");  break;

      case 2:

      print("<b>Teknik Komputer");   break;

      case 3:

      print("<b>Komputer Akuntansi");   break;

      case 4:

      print("<b>Teknik Informatika");   break;

      case 5:

      print("<b>Sistem Informasi");   break;

      default :

      print("<b>Maaf Anda Salah Pilih");

    }

print("<br>");

print("Ini adalah  statemen yang terletak sesudah tanda penutup Switch ");

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.16 Tampilan program switch.php

II.3.2  Perulangan

Suatu pernyataan yang berguna untuk melakukan suatu pengulangan.

II.3.2.1  Pernyataan for

Merupakan pernyataan yang digunakan untuk melakukan pengulangan (looping), dimana jumlah pengulangannya telah ditentukan diawal pengulangan.

-          Konstruksi for, formatnya : for (ekspresi1;ekspresi2,ekspresi3)

{

statemen

}

Ekspresi1, memberikan nilai awal terhadap variabel yang akan digunakan untuk melakukan pencacahan pengulangan. Ekspresi2, berlaku sebagai kondisi untuk menentukan pengulangan terhadap pernyataan yang ada di dalam { }, akan dilakukan atau tidak. Ekspresi3, digunakan untuk mengatur nilai variabel yang digunakan dalam ekspresi1. Statemen, merupakan perintah yang akan diulang-ulang. Bila statemen, yang berada diantara tanda { dan } hanya satu, tanda { dan } dapat dihilangkan.

Contoh programnya : (For.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Perulangan For</title>

</head>

<body>

  <?php

    for ($bil = 1; $bil <= 15; $bil+=3)

   {

    print("Angka : $bil <br>");

   }

  ?>

</body>

</html>

 

                Gambar 2.17 Tampilan program for.php

II.3.2.2  Pernyataan while

Merupakan pernyataan yang digunakan untuk memberikan perintah menjalankan statemen tertentu, secara berulang-ulang selama syaratnya terpenuhi.

-          Konstruksi while, formatnya : while (kondisi/ekspresi )

                                               {

statemen

                                                           }

Kondisi/ekspresi, akan diperiksa terlebih dahulu, jika benar maka statemen yang terdapat dalam { } akan dijalankan dan kemudian kondisi/ekspresi diperiksa lagi berulang-ulang sampai kondisi/ekspresi bernilai salah.

Contoh programnya : (While.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Perulangan While</title>

</head>

<body>

   <?php

   $bil=1;

   while ($bil < 16)

   {

   print("Angka : $bil<br>");

   $bil+=3;

   }

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.18 Tampilan program while.php

II.3.2.3  Pernyataan do-while

Suatu pernyataan yang fungsinya sama dengan while, namun pada do-while paling tidak statemen yang berada pada tanda { } akan dijalankan 1 kali.

-          Konstruksi do-while, formatnya :  do

                                               {

statemen

}

   while (kondisi/ekspresi );

Statemen yang terdapat dalam { } akan dijalankan, kemudian kondisi/ekspresi akan diperiksa, jika benar maka statemen yang terdapat dalam { } akan dijalankan lagi berulang-ulang sampai kondisi/ekspresi bernilai salah.

Contoh programnya : (DoWhile.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Perulangan Do-While</title>

</head>

<body>

   <?php

    $bil = 1;

    do

    {

      print("Angka :$bil<br>");

      $bil+=2;

    }

    while ($bil <=10);

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.19 Tampilan program dowhile.php

II.3.3  Perpindahan

Suatu pernyataan yang berguna untuk melakukan suatu perpindahan.

II.3.3.1  Pernyataan break

Pernyataan yang digunakan untuk menghentikan atau keluar dari proses pengulangan (looping).

Contoh programnya : (Break.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Perpindahan Break</title>

</head>

<body>

   <?php

    for($bil=1; $bil<=5; $bil++)

    {

     print("Angka : $bil <br>");

     if ($bil==8)

        break;

    }

    print("Perulangan Selesai <br>");

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.20 Tampilan program break.php

Contoh programnya : (BreakLain.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Perpindahan Break dengan Parameter</title>

</head>

<body>

<?php

    for ($bil=1; $bil<=10; $bil++)

    {

        switch ($bil)

        {

         case 3:

           print("Break 1 <br>\n"); break 1;

         case 6:

           print("Break 2 <br>\n"); break 2;

         default:

           print("$bil <br>\n"); break;

        }

    }

    print("Perulangan Selesai <br>");

?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.21 Tampilan program breaklain.php

II.3.3.2  Pernyataan continue

Pernyataan yang digunakan untuk melewati satu putaran dalam rangkaian pengulangan (looping).

Contoh programnya : (Continue.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Perpindahan Continue</title>

</head>

<body>

 

<?php

    for($bil=1; $bil<=8; $bil++)

    {

      if ($bil>=4 and $bil<=6)

      {

      continue;

      }

      print("Angka :$bil <br>\n");

    }

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.22 Tampilan program continue.php

II.3.3.3  Pernyataan exit

Pernyataan yang digunakan untuk mengakhiri pengeksekusian, dengan pemberian perintah ini maka semua skrip baik PHP maupun HTML tidak akan dikirim ke browser.

Contoh programnya : (Exit.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Perpindahan Exit</title>

</head>

<body>

<?php

    for($bil = 1; $bil <= 10; $bil++)

    {

      print("Angka : $bil <br>\n");

      if ($bil == 4)

      exit;

    }

    print("Program Selesai <br>\n");

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.23 Tampilan program exit.php

II.3.3.4  Pernyataan return

Merupakan pernyataan yang digunakan untuk memerintahkan kode untuk keluar dari fungsi.

Contoh programnya : (Return.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Perpindahan Return</title>

</head>

<body>

<?php

   function TesReturn()

     {

      for($bil = 1; $bil <= 15; $bil++)

         {

          print("Angka : $bil <br>\n");

                              {

                              if ($bil ==3)

                     return;

                  }

          }

       print("Pengulangan Selesai <br>\n");

     }

TesReturn ();

print("Pemanggilan Fungsi Selesai <br>\n");

?>

</body>

</html>

 

 

Gambar 2.24 Tampilan program return.php

Terlihat bahwa, print("Pengulangan Selesai <br>\n"); tidak dijalankan, menunjukkan bahwa setelah return dieksekusi, program akan keluar dari fungsi TesReturn() dan mengeksekusi perintah setelah fungsi TesReturn(), yaitu print("Pemanggilan Fungsi Selesai <br>\n");.

 

II.4  Array

Array adalah kumpulan beberapa data yang disimpan dalam satu variabel. Jadi berbeda dengan variabel sebelumnya yang hanya menyimpan satu nilai saja, array dapat menampung lebih dari 1 nilai. Sebagai contoh, anda akan menyimpan data teman-teman anda dalam satu variabel $teman, dan ada 3 orang temen yang akan anda masukkan ke dalam variabel tersebut. Secara visual dapat digambarkan sebagai berikut :

$teman

 

$teman[0]

 

$teman[2]

 

$teman[1]

 
Febty

Abi

Sari

Setiap nilai dalam array disebut elemen, akan mempunyai index dan dengan index ini akan digunakan untuk mengakses elemen tersebut. PHP mengenal 2 macam index, yaitu :

  1. Index Numerik, menggunakan angka sebagai index-nya (biasanya dimulai dari 0).
  2. Index Asosiatif/String, menggunakan nama masing-masing elemen sebagai index-nya.

II.4.1  Inisialisasi Array

Inisialisasi (mengisi nilai) array seperti contoh diatas, dapat diciptakan dengan cara sebagai berikut :  $teman = array (“Febty”, “Abi”, “Sari”);

Kode diatas menjadikan array $temen berindeks numeric, selain cara ini ada cara lain yaitu :

$teman[] = “Febty”;

$teman[] = ”Abi”;

$teman[] = “Sari”;

Kode diatas akan menjadikan array $temen berindeks numeric juga.

$teman

0

1

2

Febty

Abi

Sari

Untuk membuat array berindeks asosiatif, membutuhkan label atau nama untuk masing-masing elemen. Dari contoh diatas akan dikembangkan agar dapat menyimpan nomer telepon masing-masing teman dan menjadikan nama orangnya sebagai indeks. Contohnya adalah sebagai berikut :

$teman = array (“Febty”=>8865267, “Abi”=>543886, “Sari”=>7404188); 

atau

$teman[“Febty”] = 8865267;

$teman[”Abi”]  = 543886;

$teman[“Sari”]    = 7404188;

Kedua kode diatas akan menjadikan $temen array berindeks asosiatif/string.

       $teman

Febty

Abi

Sari

8865267

543886

7404188

II.4.2  Navigasi Array

Navigasi (mengakses nilai) array dapat dilakukan dengan menggunakan kalang. Misalnya untuk menampilkan isi array berindeks numeric diatas :

Contoh programnya : (Array.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Mengakses Array dengan Indeks Numerik</title>

</head>

<body>

   <?php

   $teman = array ("Febty", "Abi", "Sari");

       for ($i = 0; $i <count($teman); $i++)

      {

       print("Array \$teman Indeks [$i] adalah : $teman[$i] <br>");

      }

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.25 Tampilan program array.php

Fungsi count diatas digunakan untuk mendapatkan jumlah array, yaitu 3. Sedangkan untuk menampilkan seluruh elemen dalam array menggunakan for.

Untuk menampilkan isi array berindeks string, tidak dapat menggunakan kalang for seperti diatas, karena label/indeks elemen disimpan dalam tipe string (bukan numeric). Contoh kalang untuk mengakses array berindeks string dapat dilihat dibawah ini :

Contoh program lainnya : (ArrayString.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Mengakses Array dengan Indeks String</title>

</head>

<body>

   <?php

    $teman = array ("Febty"=>8865267, "Abi"=>543886, "Sari"=>7404188);

    //Untuk menampilkan semua elemen yang berindeks string

    while ( list($indeks, $elemen) = each($teman) )

    {

      print("Array \$teman indeks : $indeks berisi elemen : $elemen <br>");

    }

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.26 Tampilan program arraystring.php

Disini ada 2 fungsi yang terlibat, yaitu : each dan list. Fungsi each digunakan untuk mengakses masing-masing elemen dalam array dan juga indeksnya yang saling berpasangan. Pasangan elemen dan indeks ini, akan dipisahkan oleh fungsi list dan dimasukkan kedalam variabel $indeks dan $elemen.

II.4.3  Fungsi-fungsi Array

Sort, mengurutkan elemen pada array dengan urutan naik (ascending) dan indeksnya numerik, Rsort mengurutkan elemen pada array dengan urutan turun (descending) dan indeksnya numerik.

Contoh programnya : (Sort&Rsort.php)

<html>

<head>

<title>Pengurutan Elemen degan Sort dan Rsort</title>

</head>

<body>

   <?php

    $teman = array (“Febty”=>8865267, “Abi”=>543886, “Sari”=>7404188);

// Pengurutan dengan sort

    sort($teman);

    print("Hasil Pengurutan Naik : <br>");

    while ( list($indeks, $elemen) = each($teman) )

    {

       print("Indeks ke :[$indeks] berisi : $elemen <br>");

    }

// Pengurutan dengan rsort

    rsort($teman);

    print("Hasil Pengurutan Turun : <br>");

    while ( list($indeks, $elemen) = each($teman) )

    {

       print("Indeks ke :[$indeks] berisi : $elemen <br>");

    }

 ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.27 Tampilan program sort&rsort.php

II.4.4  Array Multidimensional

Array Multidimensional, adalah array yang elemennya mengandung array dan bahkan jumlah elemen array yang terkandung pada elemen array dapat berbeda.

Contoh gambaran array multidimensi :

Mata Kuliah

Mahasiswa

Pemrograman Web

Andreas, Ridwan, Sita

Pemrograman Visual

Andreas, Fafa, Susi

Pemrograman Basisdata

Lina, Dina, Susi, Rini

 

Contoh programnya : (ArrayMultidimensional.php)

<html>

<head>

<title>Penggunaan Array Multidimensi</title>

</head>

<body>

   <?php

    // Membuat array berdimensi dua

      $Mahasiswa = array

      (

       "Pemrograman Web"    => array("Andreas", "Ridwan", "Sita"),

       "Pemrograman Visual" => array("Andreas","Fafa","Susi"),

       "Pemrograman Basisdata"  => array("Lina","Dina","Susi","Rini"),

      );

    // Menampilkan isi array

    while ( list($indeks1, $elemen1) = each($Mahasiswa) )

    {

      print("<b>Peserta $indeks1 : </b><br>");

      $nomor = 1;

      while ( list($indeks2, $elemen2) = each($elemen1) )

           {

           print("$nomor. $elemen2 <br>");

           $nomor++;

           }

     }

  ?>

</body>

</html>

Gambar 2.28 Tampilan program arraymultidimensional.php

II.5  Fungsi (Function)

Fungsi adalah blok kode (kumpulan beberapa statement) yang dibuat dengan tujuan melaksanakan satu tugas tertentu. Dengan menciptakan sebuah fungsi sekali saja, fungsi ini akan dapat digunakan berkali-kali pada bagian manapun dalam skrip dengan cara memanggil nama fungsi tersebut.

II.5.1  Deklarasi Fungsi

Fungsi dideklarasikan dengan menggunakan pernyataan Function.

Formatnya :                function nama_fungsi (parameter)

                    {

                       blok kode

                    }

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam deklarasi fungsi dalam PHP :

-          Nama fungsi (function name), nama yang diberikan pada fungsi yang digunakan untuk memanggil fungsi tersebut. Aturan penamaan fungsi :

1.       Tidak boleh sama dengan nama fungsi yang telah ada dalam PHP.

2.       Hanya boleh terdiri dari huruf, angka dan garis bawah.

3.       Tidak boleh diawali dengan angka.

-          Parameter, nilai yang akan dimasukkan ke dalam fungsi untuk kemudian diproses, sehingga akan menhasilkan output sesuai keinginan.

-          Blok kode, berisi instruksi yang harus dilakukan komputer, untuk menghasilkan output yang diinginkan dan dibatasi oleh sepasang { dan  }.

Contoh fungsi :

    function penjumlahan($a,$b)

    {

      $c = ($a + $b);

      print ($c);

    }

   penjumlahan(8,9);

Keterangan :

-          function, kata kunci fungsi.

-          penjumlahan, nama fungsi.

-          ($a,$b), parameter dari fungsi.

-          {

        $c = ($a + $b)       blok kodenya.       

        print ($c);                     

             }

 

-          penjumlahan(8,9);, memanggil fungsi penjumlahan dengan memberikan nilai parameter $a=8 dan $b=9.

Contoh program lainnya : (Fungsi.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Fungsi</title>

</head>

<body>

  <?php

    function penjumlahan($a,$b)

    {

      $c = ($a + $b);

      print ($c);

    }

  penjumlahan(8,9);

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.29 Tampilan program fungsi.php

II.5.2  Nilai Balik Fungsi

Nilai yang dihasilkan oleh suatu fungsi, setelah fungsi tersebut dijalankan.

Contoh programnya : (FungsiNilaiBalik.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Fungsi dengan Nilai Balik</title>

</head>

<body>

  <?php

    function penjumlahan($a,$b)

    {

      $c = ($a + $b);

    return ($c);         //digunakan untuk memberikan nilai balik fungsi

    }

    penjumlahan(8,9);          //digunakan untuk memanggil fungsi pejumlahan                   

    print (penjumlahan(8,7));            //digunakan untuk memanggil fungsi pejumlahan dan

                                                      //menampilkan ke layar

   ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.30 Tampilan program fungsinilaibalik.php

II.5.3  Nilai Argumen Bawaan.

Nilai bawaan yang dimiliki oleh suatu parameter, bilamana nilai argumennya tidak disebutkan pada saat fungsi dipanggil.

Contoh programnya : (FungsiNilaiArgumenBawaan.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Fungsi dengan Argumen Bawaan</title>

</head>

<body>

  <?php

    function penjumlahan($a=3,$b=10)  //Memberi nilai bawaan untuk argumen a = 3 dan b = 4

    {

      $c = ($a * $b);

      return ($c);

    }

    print (penjumlahan(8,7));   //Memberi nilai untuk argumen a = 8 dan b = 7

    print ("<br>");

    print (penjumlahan(8));  //Memberi nilai untuk argumen a = 8 sedangkan argumen b  mengambil dari

                                             //nilai bawaannya

    print ("<br>");

    print (penjumlahan());   //Nilai untuk argumen a dan b dikosongkan, sehingga kedua argument akan

                                            //menggunakan nilai bawaannya

  ?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.31 Tampilan program fungsinilaiargumenbawaan.php

II.5.4  Fungsi Rekursif

Suatu fungsi yang memanggil dirinya sendiri.

Contoh programnya : (FungsiRekursif.php)

<html>

<head>

<title>Contoh Rekursif</title>

</head>

<body>

<?php

    function jum_tot($bil)

    {

      if ($bil==0)       //Jika isi variabel bil = 0, maka nilai balik fungsi jum_tot =0

                return 0;

      else

      return $bil + jum_tot($bil - 1);   //Pemanggilan rekursif, fungsi jum_tot

    }

printf("Jumlah Total <b>5 </b> Bilangan Pertama = <b>%d <br></b>\n", jum_tot(5));

printf("Jumlah Total <b>10</b> Bilangan Pertama = <b>%d <br></b>\n", jum_tot(10));

?>

</body>

</html>

 

Gambar 2.32 Tampilan program fungsirekursif.php